Beli Saham Hari Ini

Rekomendasi saham yang layak untuk dibeli harga sahamnya hari ini Selasa, 18 Februari 2014 adalah saham SMSM, namun perlu diperhatikan volumenya yang sedikit yang rentan untuk digerakkan oleh bandar. Dapat kita perhatikan pada chart saham SMSM berikut, bagaimana saham SMSM layak untuk dibeli sahamnya.

beli saham

 

Saham SMSM, MACD dan Stochasticnya mengalami golden cross, sehingga layak untuk dibeli sahamnya.

Dapat Profit Tetap di Bursa Saham

Dalam bersaham di bursa saham memang tidak melulu akan mendapat profit. Namun bukan berarti anda membuat kesimpulan bahwa bermain saham adalah bermain judi. Itu kesalahan besar. Berinvestasi saham berarti menyiapkan diri untuk siap bekerja keras. Artinya, berinvestasi saham bukan menggantungkan penghasilan dari prediksi untung dan rugi. Tetapi atas kerja keras yang investor lakukan.

Lalu, kenapa masih saja ada yang tidak mendapat profit tetap bahkan memiliki resiko kerugian?

Berikut ini merupakan penyebab munculnya kerugian saat berinvestasi saham.

1.  Investor tidak paham tentang analisis

Jika investor benar-benar tidak paham tentang analisis saham, itu jelas kesalahan besar. Investor memang dituntut harus bisa menganalisis saham. Baik analisis teknikal maupun analisis fundamental. Ini akan mendukung investor dalam melancarkan aksinya dalam berbisnis saham di bursa saham.

2.  Memilih broker yang salah

Kesalahan yang kedua adalah memilih broker yang tidak berkualitas. Saat ini memang ada oknum broker yang melakukan penipuan. Namun, masih banyak juga yang jujur dan terbuka pada investor. Maka pilihlah broker saham yang betul.

3.  Terlalu sering bertransaksi

Ingat, bertransaksi jual beli di bursa saham tentu akan dikenai biaya. Tidak tanggung-tanggung biaya yang dikenai pun mencapai 10% untuk pialang/ broker, dan 0,1% untuk pungutan pajak pertambahan nilai. Jika merasa tidak memerlukan transaksi, ada baiknya investor menahan sahamnya. Jangan mengikuti hawa nafsu untuk ikut-ikutan bertransaksi sesukanya.

4.  Tidak memperhatikan performa emiten

Performa emiten jelas-jelas akan mempengaruhi harga saham. Anda harus pandai-pandai membaca kinerja dari perusahaan-perusahaan terbuka. Bisa melalui berita dan laporan keuangannya. Jangan sampai anda memilih emiten dengan citra negatif.

Nah, jika investor tahu kesalahan-kesalahannya, yakni secara umum seperti tertulis di atas, tentu ia akan berusaha menghindarinya. Atau minimal mengurangi resiko kerugiannya. Dan semaksimal mungkin bekerja keras untuk mendapatkan profit tetap di bursa saham.

Bagaimana? Apakah anda masih menganggap bahwa berinvestasi saham adalah bentuk perjudian?

Investor Saham Masyarakat Indonesia Masih Kurang

Indonesia merupakan wilayah yang tergolong padat penduduknya. Dan sebesar 5% memilih untuk berinvestasi. Indonesia memang tergolong di bawah Malaysia dalam hal kuantitas investor. Malaysia mencapai 10% dari penduduk keseluruhan. 

Namun, kabar terbaru di tahun 2014 ini, rencananya angka 5% itu akan ditambah. Dengan diturunkannya harga saham oleh BEI. BEI atau Bursa Efek Indonesia adalah bursa hasil penggabungan antara Bursa Efek Jakarta dengan Bursa Efek Surabaya. Penggabungan tersebut resmi pada 1 Januari 2007. Untuk mempermudah transaksi dan operasional aktivitas berinvestasi.

Sebenarnya, ada tiga penyebab umum, mengapa tidak banyak masyarakat Indonesia yang tidak memilih bisnis saham.

1.    Kurang tahu dan tidak tahu sama sekali

Kebanyakan orang Indonesia memang tidak tahu tentang saham. Seperti yang kita tahu, masyarakat kita seolah terdidik sebagai buruh. Baik buruh pabrik maupun buruh bangunan. Sehingga, untuk belajar atau ‘menyentuh’ saham saja tidak tertarik. Bahkan barangkali, tidak tahu sama sekali apa itu saham. Jenis bisnis atau bukan.

Saat ini sudah ada fasilitas trading online yang memudahkan investor pemula untuk belajar mendalami tentang bisnis saham.

2.    Takut resiko

Saya pernah membaca salah satu literatur di internet, yang mengatakan bahwa masih ada masyarakat Indonesia yang ternyata menganggap saham sebagai perjudian. Penghasilan hanya didapat dengan mengundi untung dan rugi saja. Sehingga, resiko kerugian pun amat ditakuti.

Padahal, ber-saham bukan berarti berpangku tangan dan mengundi untung dan rugi saja. Memang resiko untuk rugi itu ada. Namun kita bisa meminimalkan resiko kerugian yang ada dengan cara ber-saham dengan betul. Karena resiko kerugian, kebanyakan memang ketidakpahaman investor nya untuk menganalisis saham.

3.    Mengira butuh modal yang besar

Anggapan dan keyakinan ini masih ‘nemplok’ dipikiran banyak orang Indonesia. Modal yang besar menjadi ketakutan tersendiri dan akhirnya memilih untuk mundur dan tidak lagi bersentuhan dengan yang namanya saham. Padahal saat ini, investor sudah bisa memulai pembelian saham dengan membuka rekening 5 jutaan. Bahkan ada perusahaan broker yang menawarkan trading saham hanya dengan rekening 1 jutaan.

Sekarang anda tahu, mengapa orang Indonesia tidak banyak berinvestasi. Dan sekarang anda tahu, tidak ada yang perlu ditakutkan untuk usaha ini.  Bagaimana? Berpikiran untuk berinvestasi saham?

Pengetahuan Awal tentang Saham Online

Saat ini, industri investasi mengalami peningkatan. Apalagi didukung dengan progran-progran dari BEI yang memaksimalkan SDM dalam negeri untuk melakoni bisnis di bidang ini. Investasi, khususnya saham itu sendiri saat ini sudah tak lagi dengan cara konvensional. Tetapi dengan cara online. Di mana kemudahan dan kecepatannya sangat diminati masyarakat yang memiliki kesibukan lain.

Fasilitas-fasilitas online ini bahkan menjadi ‘dukun’ bagi masyarakat yang awam dengan saham. Mereka bisa belajar secara otodidak, meski harus memerlukan bimbingan. Setidaknya ada bimbingan selain dari buku atau orang yang lebih ahli.

Kita bisa belajar banyak hal. Jadi jangan khawatir untuk anda yang memang awam dengan saham. Anda tinggal klik cara belajar saham, atau pengetahuan awal tentang saham online. Selain belajar tentang apa itu saham, anda bisa langsung terhubung dengan informasi update. Baik informasi lokal, nasional, maupun internasional. Fasilitas online dapat memberikan jawaban terhadap anda.

Misalnya anda ingin memulai berinvestasi, tanpa tahu bagaimana langkah awal untuk menjalaninya. Anda tinggal browsing belajar saham, meng-klik cara-cara berinvestasi saham, atau langkah awal berinvestasi saham.

Saat ini, kita diberi fasilitas online berupa online trading system. Di mana anda bisa melakukan transaksi dengan mudah, cepat, dan praktis. Sehingga berinvestasi hanya bisa dilakukan pada waktu luang di sela-sela kesibukan. Melalui internet, kita bisa melakukan riset saham, mengambil keputusan jual atau beli dan memasukkan instruksi tersebut kapan saja.

Fleksibilitas juga didapatkan dalam mengakses portfolio, status order dan posisi rekening kita sewaktu-waktu. Informasi tentang pasar modal, riset saham harian, analisa teknikal, rekomendasi dan rumor saham bisa anda akses penuh selama 24 jam nonstop, dan update.

Online Trading System menggunakan media internet. Kita hanya perlu men-download platform pada perusahaan pialang yang akan kita buka rekening. Kemudian menginstall programnya di PC atau gadget kita. Selanjutnya anda bisa langsung melakukan transaksi jual beli dengan pialang saham dari perusahaan yang anda beli sahamnya tersebut. Selamat mencoba ber-saham online :D

Beli Saham Apa Hari Ini?

Beli saham apa hari ini? Itu yang mungkin kita pikirkan dihari  Selasa 4 Februari 2014. HargaSaham.org telah melakukan analisa saham yang layak untuk dibeli hari ini. Saham tersebut adalah saham LCGP, mari kita perhatikan teknikal analisis dari saham LCGP tersebut.

saham lcgp

 

Saham LCGP, MACD dan Stochasticnya telah terjadi golden cross, yang menunjukkan bahwa saham LCGP layak untuk dibeli hari ini.

Memilih Pialang Saham yang Berkompeten

Dalam bertransaksi saham, anda tidak bisa bekerja sendiri. Tetapi dibantu dengan seorang agen perwakilan dari perusahaan yang dinamakan sebagai pialang saham. Pialang saham inilah yang melakukan transaksi jual beli saham atas perintah dari investor. Namun, sebelum deal dengan si pialang saham, ada baiknya anda memperhatikan banyak hal. Sehingga anda tidak akan terkena penipuan atau komisi pialang yang sesuai. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih pialang adalah sebagai berikut.      

  1. Cek apakah perusahaan yang anda pilih telah terdaftar di Bapeppam/ Bursa Efek Indonesia/ Bappebti
  2. Memahami struktur permodalan pialang tersebut
  3. Mengetahui berapa nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) perusahaan tersebut.
  4. Anda bisa menggunakan pialang pelat merah. Yakni pialang yang dimiliki pemerintah.
  5. Tahu jumlah setoran awal. Besarnya setoran awal bervariasi, mulai dari 10 juta rupiah – 50 juta rupiah.
  6. Tahu berapa komisi transaksi. Untuk setiap transaksi, rata-rata komisi untuk pembelian saham antara 0,1 – 0,3%. Sedangkan komisi untuk penjualan saham antara 0,2 – 0,4%.
  7. Apakah pialang memberikan rekomendasi tertentu. Dalam artian, si pialang berfungsi sebagai penasehat. Hal ini berguna bila Anda tidak bisa melakukan analisis saham sendiri.
  8. Bagaimana cara transaksi saham tersebut, jika ingin trading sendiri Anda bisa mempertimbangkan pialang yang memberikan fasilitas online trading. Umumnya transaksi saham di semua perusahaan pialang bisa dilakukan di kantor pialang tersebut atau via telepon.
  9. Memiliki platform (software) trading sendiri. Pilihlah yang paling stabil, mudah dan nyaman Anda gunakan. Setiap online trading biasanya bisa di-download dari internet dan siap untuk anda instal pada PC atau gadget anda.
  10. Pialang menyediakan data real time. Anda membutuhkan data real time ini bila Anda ingin trading jangka pendek. Jika Anda investor jangka panjang, kemungkinan Anda tidak memerlukan data real time ini.
  11. Cek kelengkapan fitur, misalnya informasi laporan keuangan, kelengkapan indikator riset saham, analisis teknikal, berita, dan lain-lain. Semakin lengkap fiture, makan akan mempermudah Anda dalam memutuskan untuk bertransaksi jual beli.
  12. Cari asal muasal pialang (perusahaan lokal atau luar negeri), dan ketersediaan cabang-cabangnya di tiap daerah yang menunjukan pialang tersebut benar-benar tumbuh dan bonafid.

Demikian panduan dalam memilih pialang saham, agar kita tidak menjadi korban penipuan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengiming-imingkan keuntungan yang tinggi.

Panduan Belajar Saham untuk Pemula

Mempersiapkan diri untuk berbisnis saham, berarti mempersiapkan diri juga untuk mau belajar saham. Memahami jenis, fungsi, proses, dan resikonya. Memang diperlukan kesabaran dalam belajar saham. Karena ada banyak hal dan istilah yang harus anda mengerti di dunia ini. Namun, anda tidak perlu khawatir, karena saya akan memberikan panduan, bagaimana belajar saham yang baik. Berikut penjelasannya.

1.  Kemauan yang besar

Sebenarnya tidak hanya pada bisnis saham. Pada bisnis apapun harus memiliki kemauan yang besar. Kemauan yang besar di sini bukan hanya kemauan untuk melakukan aktivitas bisnis. Tetapi, juga mau belajar lebih dalam, sehingga pada waktu selanjutnya, akan ada perkembangan yang meningkat. Tidak statis dan berjalan di tempat. Bisnis saham pun demikian. Jika investor ‘malas’ untuk belajar, malas untuk mengetahui banyak hal. Yang terjadi adalah kestatisan yang tidak beranjak. Yang justru membuat si investor akan merugi sendiri.

2. Mulailah dengan dana yang kecil

Jika anda menyadari, anda adalah pemula, maka anda tidak akan melakukan hal-hal yang merugikan. Panduan kedua ini bukan untuk menakut-nakuti investor pemula. Tetapi, sebagai latihan awal dan beradaptasi dengan bisnis bidang ini. Jika sudah paham seluk belum pasar modal, dan sekiranya memang memahami ‘pemain-pemain’ di dalamnya, bolehlah kiranya investor menambah dana sahamnya. Mulailah dengan dana sekitar Rp 10 juta-an.

3. ‘Bacalah’ laju perekonomian di pasar

Anda bisa mencari informasi tentang laju perekonomian pasar dengan membaca artikel dan berita. Baik dari media elektronik maupun dari media cetak. Karena hal tersebut akan membantu menambah pengetahuan anda dalam pasar modal. Selain itu, anda akan tahu, perusahaan mana yang cocok dan tidak cocok untuk dibeli.

 

4. Tentukan pilihan perusahaan yang akan anda beli sahamnya

Anda perlu informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan tersebut sebelum memutuskan untuk membeli sahamnya. Prediksikan dari ‘membaca’ keadaan pasar, apakah perusahaan tersebut cocok untuk anda beli.

5. Pilih jenis saham yang sesuai

Ada beberapa jenis saham yang nantinya mempengaruhi cara kerjanya pula. Jika anda termasuk investor pemula, ada baiknya anda memilih 2-3 saham saja. Jangan lebih. Karena anda masih pemula, dan belum banyak mengenal dunia saham.

Catatan: Untuk pemula disarankan untuk tidak terlalu ikut-ikutan arus. Perbanyak dulu pemahaman anda, dan fokuskan diri untuk 2-3 saham saja. Agar resiko kerugian juga rendah. Semoga panduan belajar saham ini bisa membantu anda untuk memulai berbisnis saham.

Indeks Harga Saham Gabungan dan Perhitungannya

Sebelum lebih jauh membahas tentang Indeks Harga Saham Gabungan, ada baiknya kita terlebih dahulu membahas tentang Indeks harga saham itu sendiri. Barangkali sebagian dari kita belum tahu apa itu Indeks Harga Saham

Pengertian Indeks Harga Saham

Adalah indeks untuk indikator untuk mengetahui pergerakan dan perubahan harga saham di pasar global pada periode tertentu. Indikator tersebut juga yang akan memberi tahu kepada investor, pasar mana yang sedang aktif dan pasar mana yang lemah.

Jenis-jenis Indeks di BEI (Bursa Efek Indonesia)

  1. Indeks Individual. Yakni indeks masing-masing saham yang terdaftar di BEI.
  2. Indeks Harga Saham Sektoral. Yakni indeks harga saham di semua sektor. Pertambangan, pertanian, Industri dasar, konsumsi, jasa, manufaktur, dll,
  3. Indeks LQ45. Yakni indeks yang terdiri dari 45 saham pilihan. Setiap 6 bulan akan ada saham-saham baru yang masuk ke Indeks LQ 45.
  4. Indeks Harga Saham Gabungan disingkat IHSG (Composite Stock Price Index). Yakni indeks semua saham yang tercatat sebagai komponen perhitungan indeks. Yakni gabungan saham biasa dan preferen.
  5. Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan. Yakni indeks harga saham yang secara khusus didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEI yaitu kelompok Papan Utama dan Papan Pengembangan.
  6. Indeks KOMPAS 100. Yakni Indeks Harga Saham yang diambil dari hasil Bursa Efek Indonesia dengan harian KOMPAS.
  7. Indeks Syariah atau JII (Jakarta Islamic Index). Yakni indeks bergerak berdasarkan syariat Islam.

Indeks Harga Saham Gabungan

Jika dibaca di pembahasan di atas, mungkin anda akan tahu, bahwa Indeks Harga Saham Gabungan adalah indeks hasil gabungan saham biasa dan saham preferen yang terdaftar di BEI. Dan merupakan salah satu jenis dari Indeks Saham di BEI.

Perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan

Jumlah Nilai Pasar adalah total perkalian setiap saham dengan harga di BEI pada hari tersebut. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

hitung ihsg

∑P = Harga Penutupan di Pasar Reguler x jumlah saham

d = nilai dasar

Untuk menghitung rata-rata IHSG adalah dengan membagi Jumlah IHSG periode selama 1 bulan dengan jumlah periode waktu selama 1 bulan.

hitung ihsg

Perhitungan IHSG ini bisa dilakukan setiap hari, bahkan setiap jamnya. Tergantung dengan kondisi di pasar.