Ini Alasan Rachmat Gobel Merger Pabrik Dan Kurangi Pekerja

wood doors

Jakarta -PT Panasonic Gobel Indonesia sempat diterjang isu pemutusan hubungan kerja. Namun, menurut Rachmat Gobel, Bos PT Panasonic Gobel Indonesia, yg terjadi adalah merger pabrik dan pengunduran diri karyawan karena menolak dipindah ke pabrik baru.

Gobel menjelaskan, situasi yg terjadi di Panasonic yaitu upaya perusahaan bagi meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam menghadapi persaingan pasar yg semakin ketat.

“Untuk menyikapi persaingan pasar yg lebih ketat, tentu perusahaan harus melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” kata Gobel usai diskusi di Restoran Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (7/2/2016).

Para pekerja yg mengundurkan diri itu berasal dari pabrik pembuatan lampu macam CFL. Gobel memaparkan, ketika ini permintaan pasar semakin bergeser ke lampu macam LED. Biaya produksi lampu LED pun semakin murah, sementara biaya produksi lampu CFL justru makin mahal padahal permintaannya semakin menurun.

“Produk yg kalian buat, khususnya alat kelistrikan, itu membuat lampu macam CFL, dan tren produk itu sekarang ke LED. Apalagi cost produksi LED itu makin murah. Sementara ini (CFL) makin tinggi. Karena itu kalian mengubah produk yg kalian untuk dengan teknologi lebih advance,” dia menerangkan.

Karena itu, Panasonic harus mengubah produknya. Mau tidak mau harus ada pengurangan pekerja dan 2 pabrik dimerger menjadi 1 pabrik. Kini Panasonic cuma mengoperasikan 2 pabrik dari sebelumnya 3 pabrik.

“Otomatis ada pengurangan pekerja. Dan lokasi pabrik tadinya 3 lokasi dipindah menjadi 2 lokasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebenarnya Panasonic sudah menawarkan para pekerja bagi dipindahkan ke pabrik lain. Tetapi banyak yg lebih memilih mengundurkan diri karena pertimbangan biaya hidup dan sebagainya.

“Pengurangan tenaga kerja itu dalam posisi sekarang, mereka banyak yg lebih memilih mengajukan pengunduran diri daripada pindah. Pindah itu kan ada biaya bagi mereka,” tuturnya.

Meski terkena PHK, kata Gobel, 508 pekerja dari pabrik lampu CFL Panasonic tersebut sebagian besar telah memiliki pekerjaan dan usaha baru.

“Yang keluar 508 pekerja, mereka memang menetapkan bagi nggak ikut ke pabrik baru dan lebih memilih pensiun dini dengan pesangon yg cukup besar. Beberapa ada yg pilih bagi buka usaha baru, bahkan yg aku dengar ada yg telah diterima di perusahaan baru,” pungkasnya.

(hns/hns)

Sumber: http://finance.detik.com
Berita terkini
Baca juga….

Rachmat Gobel Klarifikasi Isu PHK Pekerja Panasonic

wood doors

Jakarta -Bos PT Panasonic Gobel Indonesia, Rachmat Gobel, mengklarifikasi isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para pekerjanya.

Gobel menjelaskan, PHK yg terjadi di perusahaannya tak sebesar yg diberitakan, pekerja yg terkena PHK tak sampai ribuan orang, yg benar adalah rencana PHK 500 dari 5.000 orang pekerja. Tidak ada penutupan pabrik, cuma pengurangan pekerja.

Pengurangan jumlah pekerja ini yaitu langkah efisiensi yg perlu dikerjakan buat memperkuat daya saing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dari 3 pabrik, Panasonic melakukan perampingan dengan merger 2 pabrik menjadi 1, sehingga total menjadi tinggal 2 pabrik.

“Lebih baik lebih efisien. Dari tiga pabrik jadi beberapa pabrik karena lebih efisien, apalagi menghadapi persaingan MEA. Ada 5.000 pekerja tetapi yg PHK cuma 500,” kata Gobel dalam diskusi Perspektif Indonesia, PHK dan Perekonomian Kita, di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (6/2/2016).

Direktur Penyelesaian Perselisihan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Sahat Sinurat, menambahkan bahwa 500 pekerja di PT Panasonic Manufacturing tersebut belum tentu di-PHK, ketika ini masih proses perundingan. Bila 500 pekerja tersebut mau dipindahkan ke pabrik Panasonic di Bogor dan Pasuruan, maka tak mulai kena PHK.

“Kita klarifikasi kebenarannya. Jadi di sana betul jumlah yg ada tiga pabrik itu dimerger. 500 orang sebenarnya mereka sedang proses perundingan penyelesaian, mau dipndahkan ke pabrik ke Bogor dan Pasuruan. Makanya ditawarkan siapa yg mau pindah, prinsipnya seluruh persoalaan diselesaikan dengan mufakat,” tuturnya.

Pihaknya sendiri berupaya agar tak ada PHK pekerja di Panasonic maupun pabrik-pabrik lainnya. “Pemerintah menolak adanya PHK,” tandasnya.

Sahat menyarankan agar Panasonic melakukan efisiensi dengan mengurangi upah pekerja di level atas seperti manager, mengurangi lembur, dan sebagainya, bukan dengan PHK.

“Bentuk pencegahan PHK, kalian minta perusahaan melakukan efisiensi dengan mengurangi upah di manager, mengurangi shift kerja lembur, mengurangi hari kerja, meliburkan atau merumahkan pekerja,” tutupnya.

(hns/hns)

Sumber: http://finance.detik.com
Berita terkini
Baca juga….

Pembangunan Infrastruktur Di Daerah Perbatasan Pakai Ekskavator Buatan Pindad

wood doors

Jakarta -Pemerintah sedang gencar membangun kawasan perbatasan. Proses pembangunan ini membutuhkan dukungan alat berat, salah satunya ekskavator.

Kementerian Pekerjaan Umum bakal memakai ekskavator buatan  PT Pindad buat membangun infrastruktur di kawasan perbatasan.  Ekskavator yg mulai digunakan itu adalah Excava 200.

Direktur Jembatan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Hedy Rahadian, mengunjungi PT. Pindad di Bandung buat melihat secara segera dan membahas teknik desain hingga unjuk kinerja produk Excava 200.

“Ditjen Bina Marga menginginkan agar produk ekskavator PT Pindad yakni Excava 200 bisa menolong kebutuhan peralatan nasional dalam bidang infrastruktur khususnya di daerah perbatasan,” ujar Hedy seperti dikutip dari situs Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sabtu (6/2/2016)

PT. Pindad (Persero) adalah perusahaan industri dan manufaktur yg bergerak dalam pembuatan produk – produk militer dan komersial di Indonesia. Kegiatan PT Pindad mencakup desain dan pengembangan, rekayasa, perakitan dan fabrikan serta perawatan. Salah sesuatu produk non militer yg akan dikembangkan sejak akhir 2014 adalah alat berat excavator Excava 200 yg memiliki kapasitas 20 ton.

Produk ini mempunyai dua keunggulan dibandingkan dua produk sejenis, merupakan kualitas dan kehandalan yg sejajar dengan produk lain, biaya operasional yg lebih rendah karena memiliki spesifikasi mesin sesuai dengan aplikasi. Selain itu, memiliki komponen struktur yg lebih kokoh, digunakannya floating pin dan lube system buat mempermudah perawatan.

Kemudian, memiliki undercarriage skiddy specification, dilengkapi dengan ekstra jalur sistem hidrolik bagi breaker atau attachment lainnya serta memiliki heavy duty bucket specification.  Selain itu harga yg dipasarkan relatif lebih kompetitif dibandingkan produk lainnya.

Dalam kunjungannnya Direktur Jembatan didampingi oleh tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Jamasri dan Djoni Rustino. PT. Pindad berharap setelah kunjungan ini mulai ada kerjasama positif yg berkesinambungan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

(hns/hns)

Sumber: http://finance.detik.com
Berita terkini
Baca juga….

Elpiji 3 Kg Di Aceh Dijual Rp 35.000/ Tabung, Jauh Di Atas Harga Eceran Tertinggi

wood doors

Banda Aceh -Harga gas elpiji 3 kilogram yg dijual pengecer di kios-kios di Banda Aceh mencapai Rp 35.000 pertabung. Harga tersebut telah di luar Harga Eceran Tertinggi (HET) yg telah ditetapkan pemerintah merupakan Rp 16.000/tabung.

Para pengecer di dua kios telah menjual harga di luar HET sejak dua waktu lalu. Masyarakat mengeluhkan hal ini. Padahal, pemerintah daerah telah memutuskan HET bagi elpiji yg diperuntukkan buat rumah tangga tersebut.

Bagaimana tanggapan PT. Pertamina terkait mahalnya gas elpiji yg dijual pengecer?

Manajer Humas Pertamina Sumbagut, Fitri Erika, mengatakan, pengawasan yg dikerjakan Pertamina cuma sampai pada tingkat pangkalan. Sedangkan bagi pengecer, pengawasan dikerjakan pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan.

“Kita tak mampu melarang pengecer karena izin mereka atau mereka terdaftar pada Pemda. Itu kembali lagi ke Pemda,” kata Fitri kepada wartawan, Sabtu (6/2/2016).

Untuk pangkalan tak dibenarkan menjual gas elpiji 3 Kg di atas HET. Menurutnya, harga eceran tertinggi bagi setiap kabupaten/kota berbeda-beda. Tergantung jarak yg ditempuh buat menyelurkannya.

“Kalau mereka menjual di luar HET kalian yg mulai memberikan sanksi kepada agen.  Kita  kontrak kepada agen. Agen yg melakukan pembinaan ke pangkalan,” jelasnya.

Adanya penjual gas elpiji di kios-kios pengecer, kata Erika, karena ada permintaan dari masyarakat. Pertamina mulai selalu melakukan koordinasikan dengan pemerintah setempat. Ke depan, masyarakat diharapkan membeli gas sesuai dengan HET yg sudah ditetapkan.

“Masyarakat mampu membeli gas elpiji di lembaga resmi Pertamina seperti di agen, dan pangkalan elpiji. Kita juga menyediakan elpiji di SPBU atau model outlet buat menjual,” ungkap Erika,” ungkap Erika.

(hns/hns)

Sumber: http://finance.detik.com
Berita terkini
Baca juga….