Lima Peraturan Paling Nyeleneh Dengan Denda Setinggi Langit

wood doors

Demi menjaga nama baik suatu kota atau negara, biasanya pemerintah memberikan peraturan-peraturan. Fungsi dari kebijakan tersebut adalah buat menjaga norma kota atau negara tersebut.Kebijakan yg dikeluarkan dapat bermacam-macam, tidak jarang malah sedikit ‘nyeleneh’.Setiap kebijakan tentu saja memiliki sanksi seandainya dilanggar. Sanksi tersebut bisa berupa denda uang, dan dapat saja sangat tinggi.Berikut dua negara yg milik kebijakan nyeleneh dengan denda selangit yg berhasil dirangkum merdeka.com:
Sumber: http://www.merdeka.com
Berita terkini
Baca juga….

Imlek, Dan Mitos-mitos Keturunan Tionghoa Di Indonesia

wood doors

Warga Tionghoa atau China Indonesia, sebagian besar tinggal di daerah-daerah perkotaan. Mereka banyak yg menguasai sektor bisnis, lantaran keuletannya. Sehingga melekat di benak masyarakat Indonesia, bahwa kebanyakan orang-orang keturunan Tionghoa di Indonesia hidup berkecukupan dan kaya raya.

Pakar Fengshui Suhu Yo menjelaskan, warga keturunan China hingga ketika ini masih memegang teguh pepatah China yg menyampaikan bahwa laki-laki harus bekerja dengan giat dan tak mengerjakan pekerjaan rumah. Dalam pepatah tersebut mengartikan bahwa laki-laki harus memiliki pekerjaan yg layak sehingga mampu memberi rezeki kepada keluarganya.

“Orang-orang China lalu itu ada pepatah yg menyampaikan bahwa laki-laki tak boleh cuci baju, masak, ngepel, dan jam 8 pagi telah harus keluar rumah dan sore baru pulang. Jadi laki-laki itu harus cari kerjaan, apa yg dapat dikerjakan,” kata Suhu Yo ketika ditemui merdeka.com di Jakarta, Jumat (5/2).

Tak salah memang menyebut kebanyakan orang Tionghoa di Indonesia berhasil dari segi ekonomi. Namun sebenarnya ada sebagian masyarakat Tionghoa Indonesia yg hidup sederhana, China Benteng misalnya. Komunitas Tionghoa yg tinggal di Tangerang, Banten tersebut hidup dalam kesederhanaan, seperti bertani, menjadi buruh kasar, beternak, dan sebagainya.

Di daerah-daerah yang lain di Indonesia ada juga warga keturunan Tionghoa yg hidup biasa-biasa saja, layaknya masyarakat pada umumnya.

Dalam perayaan Imlek 2016 kali ini, merdeka.com mengangkat tentang mitos-mitos warga keturunan China di Indonesia, misalnya tentang mitos ketika Imlek warga Tionghoa dianjurkan pakai baju warna hijau buat tolak bala. Kami juga mengangkat berbagai kisah warga keturunan Tionghoa yg sukses di Indonesia.

Tak afdhol kalau dalam perayaan Imlek tidak dibahas pernak pernik Imlek, seperti aksesoris Imlek, makanan khas, serta sektor-sektor bisnis yg meraup ‘cuan’ besar di ketika Imlek tiba. Selamat membaca!
Sumber: http://www.merdeka.com
Berita terkini
Baca juga….

Hindari Konflik, SBY Imbau Warga Aceh Tiru Tauladan Nabi Muhammad

wood doors

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau kepada warga Aceh meneladani sifat Nabi Muhammad SAW. Salah sesuatu caranya dengan menjaga perdamaian dan silaturahmi.”Dalam perjalanan panjang Rasul ketika memimpin hijrah, mengubah zaman dari jahiliyah ke zaman penuh cahaya iman, Nabi terus mengajak semuanya, tak pernah milik pikiran mengesampingkan. Diajak bersama sambil melakukan perubahan, ” ujar SBY ketika menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H di di Aula Serbaguna Perumahan Dewan Perwakilan Rakyat RI Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2).Dia menuturkan, Nabi Muhammad sangat mencintai perdamaian. Nabi juga terus merangkul bersama dan mengajak ke arah yg benar. Hal ini, lanjutnya, sangat tepat diterapkan di Indonesia khususnya di Aceh yg memang cukup rawan konflik.”Beliau sangat menjaga silahturahmi, keseimbangan, terus mengajak semuanya. Tak ada menendang, diajak bersama, sambil melakukan perubahan, dan mengajak arah yg benar.Sifat Rasulullah itulah, harus menjadi pedoman dalam memajukan Aceh. Aceh yg sama cintai tetap menjaga kedamaian, yg semakin sejahtera, adil, dan juga, memiliki masa depan yg semakin baik,” ujarnya.Selain Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan, Maulid Nabi yg digelar di Aula Serbaguna Perumahan Dewan Perwakilan Rakyat RI Kalibata, Jakarta Selatan ini juga dihadiri Wali Nangroe Tengku Malik Mahmud Al-Haytar, Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Bupati dan Walikota Aceh, Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tengku H. Hasanoel Basry, Para Ulama karismatik Aceh: Abu kuta Krueng, Waled Marhaban, Abu Mahmmudin, Waled Husaeni, Abuya Buhari, anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI yang berasal Aceh Teuku Riefky Harsya dan Muslimdan 1000 Masyarakat Aceh dari berbagai paguyuban rantau dari Kabupaten Kota se-Aceh.
Sumber: http://www.merdeka.com
Berita terkini
Baca juga….

Zidane: Usia 31, Ronaldo Masih Seperti Monster

wood doors

Zinedine Zidane percaya usia 31 tidak lantas membuat Cristiano Ronaldo mengalami penurunan dalam standar penampilan individu.

Ia membandingkan aksi anak buahnya di Real Madrid dengan keputusannya buat menggantung sepatu di usia 34 tahun.

“Saya pensiun di usia 34 dan lihat apa yg dikerjakan oleh Cristiano. Ia baru saja berulang tahun ke-31 dan ia masih seperti seekor monster,” tutur Zidane pada Marca.

“Saya kira ia masih dapat bermain dua tahun lagi di level tertinggi dan aku harap ia melakukannya di Madrid. Selain gol dan statistik yg ia punya, kekuatan terbesarnya ada di sisi ambisi.”

“Saya merasa kagum dengan Cristiano. Saya mengagumi segala gol yg ia cetak dan seluruh hal yg ia untuk di sepakbola. Ia milik ambisi bagi selalu dan selalu menjadi lebih baik. Ia tak pernah cukup bahagia dengan apa yg ia punya. Ia terus ingin lebih dan selalu berlatih dengan keras. Saya mengaguminya dan aku harap ia selalu bermain karena ia adalah pemain yg utama bagi kita dan tim.”

Madrid mulai menghadapi Granada di La Liga akhir minggu ini. (mar/rer)

Sumber: http://www.merdeka.com
Berita terkini
Baca juga….