Pengertian Harga Saham

harga saham big screenPengertian harga saham adalah harga suatu saham pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal. Pada saat tertentu artinya setiap waktu harga saham dapat berubah-ubah, misal dalam satu hari di jam pembukaan bursa saham 9.30 WIB harga saham dapat berubah di jam penutupan bursa saham 16.00 WIB, dan berbeda-beda tiap hari, tiap minggu, tiap bulan dan seterusnya. Perubahan harga saham tidak selalu positif namun dapat juga negatif tergantung banyaknya permintaan dan banyaknya penawaran harga saham. Sehingga terbentuk pergerakan harga saham yang naik turun tidak beraturan. Namun ada juga harga saham yang berubah yang disebabkan karena tidak adanya permintaan dan penawaran dengan kata lain, tidak likuid karena volumenya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, sehingga harga saham stagnan dari waktu ke waktu.

Pelaku pasar dalam hal ini trader atau investor meraih keuntungan dari selisih harga saham sewaktu dibeli dan dijual. Karena di bursa saham indonesia tidak memperbolehkan short selling (jual dulu baru beli) sehingga para pelaku pasar membeli dengan harga saham yang lebih rendah lalu menjual dengan harga saham lebih tinggi. Sebelum melakukan pembelian pelaku pasar seharusnya memiliki bekal pengetahuan yang cukup baik secara fundamental dan atau secara teknikal harga saham. Jangan sampai melakukan transaksi tanpa pengetahuan sehingga modal yang siapkan berkurang atau rugi karena harga saham yang dibeli bukannya mengalami kenaikan malah mengalami penurunan.

Pergerakan harga saham yang acak (tidak beraturan) dapat dianalisa dengan pendekatan fundamental, misalnya dengan mengetahui laporan keuangan suatu perusahaan terbuka, jika laporannya positif maka kemungkinan harga sahamnya akan bergerak positif. Analisa kedua adalah pendekatan teknikal yang dilakukan menggunakan chart (grafik) pergerakan harga saham. Dengan bantuan beberapa indikator kemudian dianalisa awal sebuah tren yang terbentuk dalam hal ini tentunya diharapkan awal uptrend (tren naik) sehingga trader atau investor melakukan pembelian(trading)  atau investasi, dan ketika harga saham berubah menjadi downtrend (tren turun) maka dilakukanlah penjualan.

Incoming search terms:

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comments links could be nofollow free.